Pengertian dan Langkah-langkah Model Pembelajaran STAD yang Benar

Saat ini paradigma pembelajaran mulai berubah, dimana pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang menuntut seluruh siswa terlibat secara aktif dalam memahami seuatu materi dengan guru sebagai fasilitatornya. Sehingga peran guru sebagai satu-satunya pusat pembelajaran yang memberikan materi di dalam kelas tidaklah berlaku lagi, namun peran aktif siswa dalam menemukan konten materi saat ini lebih ditonjolkan.

Beragam model pembelajaran diterapakan agar dapat mencapai hal tersebut dan salah satu model pembelajaran yang dapat menjadi pilihan adalah model pembelajaran Students Team Achievment Divisions (STAD).

Langkah - Langkah Model Pembelajaran STAD

Student Team Achievement Divisions (STAD) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif, dimana model inimerupakan model dengan langkah yang paling sederhana. Pada model pembelajaran ini siswa ditempatkan dalam kelompok belajar dengan jumlah anggota empat orang dan memiliki tingkat kemampuan yang berbeda. hal ini bertujuan agar siswa dalam satu kelompok tersebut dapat bekerja sama satu dengan yang lainnya, saling mendukung dan memotivasi untuk menemukan konsep dari sebuah materi yang sedang dipelajari. Model Pembelajaran Koperatif tipe STAD memiliki lima komponen utama, yaitu presentasi kelas, membuat kelompok belajar, tes dan kuis, skor peningkatan individu, dan penghargaan kelompok. Hal ini dikemukkankan oleh Robert E. Slavin dari Johns Hopkins University.

1. Presentasi kelas (class presentation)
Presentasi kelas merupakan salah satu komponen yang memiliki titik poin pada guru, dimana guru menyajikan pokok-pokok sebuah materi yang akan di pelajari kepada siswa. Guru lalu memberikan stimulus kepada siswa mengenai materi tersebut sehingga dapat didiskusikan dalam kelompok belajarnya.

2. Membuat Kelompok Belajar (teams)
Kelompok belajar merupakan komponen yang paling penting dalam model kooperatif STAD. Dimana kelompok ini dapat berperan dengan aktif untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman masing-masing anggotanya dalam menguasai materi sehingga dapat mengerjakan tes dan kuis yang diberikan.



3. Tes dan Kuis (quizzes)
Kuis merupakan komponen yang menjadi salah satu indikator ketercapaian pemahaman materi. Kuis ini dapat diberikan kepada siswa setelah kegiatan diskusi kelompok denga sasaran kemampuan individu. Untuk mengetahui sejauh mana efektifitas peran kelompok dalam pemahaman siswa terhadap materi yang sedang di ajarkan.

4. Skor Peningkatan Individu (individual improvement scores)
Skor peingkatan individu merupakas sebuah cara untuk memotivasi siswa agar lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dimana siswa dapat menyumbangkan skor yang dimilikinya untuk membantu teman dalam satu kelompok. Namun siswa yang dapat menyumbangkan skor adalah siswa yang memiliki skor diatas skor dasar. Skor dasarnya sendiri dapat diambil dari rata-rata skor kuis pertemuan sebelumnya.

5. Penghargaan Kelompok (team recognition)
Kelompok yang akan menerima penghargaan adalah kelompok dengan rata-rata skor mencapai atau melampaui kriteria tertentu yang telah di tetapkan dan di informasikan oleh guru sebelumnya.

Langkah langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Untuk dapat menggunakan model pembelejaran kooperatif TSAD dapat dilakukan beberapa langkah berikut ini.
  1. Guru memberikan pokok materi yang akan dipelajari kepada siswa, sehingga siswa dapat mencari informasi secara menyeluruh mengenai materi yag akan di bahas dalam pembelajaran tersebut (sebelum pembelejaran).
  2. Siswa di kelompokkan dalam kelompok belajar dengan masing-masing kelompok bejulah 4-5 orang.
  3. Guru mengawali pembelajaran dengan menyajikan terlebih dahulu materi yang akan didiskusikan. Materi yang disajikan tidak menyeluruh hanya pokoknya saja dan diakhiri dengan beberapa pertanyaan (dapat pula berbentuk LKS) yang harus didiskusikan oleh siswa dalam kelompok belajar.
  4. Siswa mendiskusikan jawaban dari pertanyaan guru dengan teman dalam satu kelompok belajarnya.
  5. Guru berkeliling untuk menjadi fasilitator dalam kegiatan diskusi kelompon belajar siswa
  6. Setelah kegiatan diskusi kelompok selesai, guru memberikan kuis untuk mengukur sejauh mana tingkat pemahaman siswa dalam memahami materi yang telah didiskusikan.
  7. Guru memeriksa hasil kuis dan memberikan penghargaan kepada siswa yang menjawab dengan benar serta kelompok dengan memperolehan skor tertinggi. Serta memberi apresiasi pada seluruh kerja lain agar lebih termotivasi lagi.
Simak Juga Sintak Model Pembelajaran Listening Team

Dengan menggunakan model STAD keaktivan dan kerjasama siswa dalam pembelajaran lebih terstimulasi dengan baik. sehingga dapat meningkatkan kreatifitas siswa dalam memecahkan suatu masalah.

0 comments:

Posting Komentar